Pengajuan Bebas Visa (Visa Waiver) Jepang

Konnichiwa…!! こんにちは!

Konbanwa! Jika kebetulan Anda membaca tulisan ini pada petang atau malam hari..

Seperti yang sudah diketahui, sejak 2014 (jika tidak salah) warga Indonesia bisa menikmati fasilitas bebas visa, atau visa-waiver ke Jepang!

Periode tinggal yang diperbolehkan adalah 15 hari. Tetapi lumayan lah, terutama bagi mereka yang memang ingin melakukan kunjungan jangka pendek. Plus, tidak perlu bayar biaya visa. Sesuatu yang cukup penting untuk pejalan dengan bujet rendah seperti Penulis meskipun periode waktunya rasanya terlalu singkat untuk mengeksplor Jepang secara ekstensif.

Adapun persyaratan utama dan paling mendasarnya adalah memiliki paspor elektronik, atau e-paspor. Kalau pakai paspor biasa, apakah bisa mendapatkan bebas visa ini? Duh, masih ditanya padahal sudah ditulis bahwa paspor elektronik adalah persyaratan utama. Hehehe.

Ya tidak bisa. Duh, ini masih dijawab juga. Hahaha. Pejalan tanpa paspor elektronik harus mengajukan visa konvensional yang dipungut biaya. Meskipun biasanya periode tinggalnya diberikan relatif lebih panjang dibanding bebas visa.

Jika kebetulan Anda memutuskan untuk mengganti paspor lama dengan paspor elektronik, kebetulan saya pernah melakukannya. Catatan tentang persyaratan, prosedur, dan ulasan penggantian paspor elektronik atau e-paspor dapat dicek di tautan berikut.

Nah, sepulang berkelana dari Australia, saya kebetulan menetap di Bali selama beberapa bulan. Di sana saya merampungkan tulisan yang di Juli ini sedang digodok oleh editor (mudah-mudahan terbit di September/Oktober).

Dan di sela-sela waktu itu, saya juga mencicil rencana perjalanan ke Asia Timur. Mencari tahu informasi kebutuhan visa dari negara-negara tersebut, termasuk Jepang. Nah, saat itu saya membaca bahwa pengajuan visa harus dilakukan di kedutaan sesuai dengan domisili KTP dan wilayah kerja konsular (bisa dicek di sini jika alamatnya tidak berubah). Jika mengacu pada aturan tersebut, maka saya harus mengajukan di Jakarta.

Namun konteks dari informasi tersebut adalah ‘pengajuan visa biasa’ atau konvensional. Saya coba baca berulang kali, dan menyimpulkan bahwa tidak ada rujukan informasi yang menegaskan bahwa pengajuan bebas-visa harus dilakukan di kedutaan sesuai domisili KTP. Maka saya pun memberanikan diri menelepon ke kedutaan Jepang di Denpasar, dan ternyata DIPERBOLEHKAN untuk mengajukan fasilitas bebas visa di sana.

Dengan kata lain: pengajuan bebas visa Jepang bisa dilakukan di kedutaan Jepang di Indonesia di kota manapun. Terlepas dari domisili di KTP. Yeay!

Maka saya pun mengajukan permohonan di Kedutaan Jepang – Denpasar. Mempersiapkan dokumen-dokumen yang begitu ribet*, seperti yang dibahas dalam section berikutnya.

 

*Saya kurang tahu persis seperti apa prosedur detilnya di kedutaan kota lain. Tetapi rasanya secara prinsip tidak terlalu berbeda

 

Kedutaan Jepang di Denpasar, Bali

 

Syarat Pengajuan Bebas Visa

Silakan menghela napas terlebih dahulu, karena persyaratan yang dibahas akan panjang sekali. Tarik… Hirup… Lho, itu kan sama aja! Tarik… buang…

Oke, sudah siap? Baiklah, jangan kaget dan tetap semangat ya. Ingat, pengorbanan super berat untuk bebas visa ini tidak akan sia-sia!

 

Berikut ini persyaratan dokumen bebas visa Jepang:

  1. Paspor elektronik (asli) dititipkan selama proses
  2. Form permohonan yang bisa diunduh dari website resmi kedutaan Untuk tautan langsungnya adalah berikut untuk format DOC, dan ini yang PDF (jika belum berubah tautannya)

 

Sudah, itu saja!

Betul, hanya dua hal yang perlu dipersiapkan untuk mengajukan bebas visa. Lalu pejalan bisa datang ke kedutaan, dan memberikan persyaratan tersebut pada petugas.

Di Denpasar, ketika itu saya hanya menghabiskan waktu kurang dari 15 menit di ruangan. Kebetulan datang di pagi hari, tidak ada antrian sama sekali, dan langsung bertemu dengan petugas. Setelah melakukan pengecekan, beliau kemudian memberikan tanda terima dan menyuruh saya untuk datang 2 hari kemudian untuk mengambil paspor.

Saya kemudian pulang, tidak kemping di sana. Dan dua hari kemudian datang kembali ke kedutaan di kawasan Renon, Denpasar. Menyapa pak satpam yang sedang berjaga di posnya yang berada di bawah pepohonan rindang (*ceileh). Kedutaan di sini nampak seperti ‘rumah’ cukup mewah, tidak seperti ‘kantor’ kedutaan di Jakarta.

Kali itu harus mengantri sebentar, sebelum akhirnya nama saya dipanggil. Dan benar saja, sang ibu petugas (yang mungkin orang Jepang – terdengar dari logatnya-) menyerahkan paspor saya, sambil berujar “ini sampai 3 tahun ya..”.

Dan selesailah sudah! Paspor saya pun ditempel stiker bebas visa ke Jepang.

Saya sendiri tidak menyangka bahwa prosesnya benar-benar gampang dan tanpa biaya sama sekali. Terima kasih bapak-ibu kedutaan Jepang!

Arigatou…. (*gimana ya nyebut “kedutaan Jepang”?)!!

 

Visa Waiver!

 

 

Penutup

Saya mendapat kesan pribadi bahwa pengurusan bebas visa ke Jepang sangatlah mudah, murah (bebas biaya), dan straight to the point. Syaratnya ringkas pun prosesnya tidak bertele-tele.

 

Jika dirangkum, berikut adalah informasi esensial bebas visa ke Jepang:

  1. Bebas visa (visa waiver) hanya berlaku untuk pemegang paspor elektronik
  2. Pejalan bisa mengajukan di kedutaan kota manapun di Indonesia, terlepas dari domisili KTP
  3. Tidak ada biaya yang dipungut untuk layanan ini
  4. Hanya diperlukan paspor asli dan formulir untuk mengajukan permohonan
  5. Lama proses adalah sekitar 2 hari kerja
  6. Jenis visa adalah multiple entry, dengan masa berlaku adalah 3 tahun atau sampai paspor habis (yang lebih duluan)
  7. Lama periode tinggal adalah 15 hari
  8. Ada kemungkinan bahwa petugas imigrasi di Jepang meminta informasi lebih detil mengenai rencana perjalanan di sana (seperti itinerary, tiket pulang-pergi, dan lainnya)

 

Kebijakan bebas ini merupakan angin segar bagi para otaku dan penggemar komik Jepang, fans Haruka Nakagawa eks-JKT48 pun berkesempatan lebih besar menemui idol-nya secara langsung (eh, tapi dia di Jakarta ding ya), dan tentunya juga segala pencinta hal Jejepangan lainnya. Mulai dari budaya, makanan, hingga video… ah, sudahlah.

Sekadar tambahan cerita. Usai mendapatkan visa Jepang, maka saya pun mulai mencari tahu persyaratan visa negara-negara lainnya. Seperti Korea, Taiwan, dan Cina. And you know what, saya menemukan informasi bahwa pejalan Indonesia bisa mendapatkan visa Taiwan (lebih tepatnya sertifikat otorisasi perjalanan atau “travel authorization certificate”) secara gratis jika memiliki visa Jepang!

Iya, termasuk visa elektronik Jepang yang dibahas dalam tulisan ini!! Wow, lumayan lagi nih. Bisa menghemat pengeluaran untuk visa. Hahaha. Saya pun mencoba mengajukan, dan ternyata prosesnya sangat-sangat mudah! (Untuk cerita lebih lanjut dapat dicek di tautan ‘pengajuan travel authorization certificate Taiwan’ berikut)

Seperti itu saja tulisan kali ini. Semoga saja bisa membantu mereka yang sedang mencari informasi terkait. Jika ada pertanyaan, silakan cari referensi lebih banyak lagi atau jika perlu telepon ke kedutaan. Ditanyakan di kolom komentar pun bisa sih, tapi semoga saja setidaknya sudah membaca ulang tulisannya terlebih dahulu hehehe.

Semoga perjalanan ke Jepang-nya menyenangkan!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s